7 Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2022

7 Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2022

Media.Infosolution.biz – Di tahun baru, perekonomian Indonesia dan global masih dalam proses pemulihan. Namun, ada risiko ketidakpastian karena tapering off challenge oleh The Fed, pandemi Covid-19 atau omicron, dan lainnya.

Apapun situasi dan kondisi perekonomian nasional atau global, bukan berarti berhenti berinvestasi. Investasi harus tetap berjalan sebagai bekal untuk persiapan ke depan.

Jika Anda takut berinvestasi pada instrumen berisiko tinggi, ada instrumen lain yang lebih aman, namun tetap menguntungkan.

Berinvestasi di saat ketidakpastian harus cerdas. Jika tidak, alih-alih ingin menghasilkan uang dari investasi, mereka justru diuntungkan. Berikut tips investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi di tahun 2022.

Anda bingung mencari produk kredit tanpa agunan terbaik? Media.Infosolution.biz punya solusinya!

1. Siapkan dana menganggur

Berinvestasi tidak hanya harus dengan modal besar, tetapi harus ada alokasi khusus untuk mendanainya. Idealnya 10% atau 20% dari gaji sebulan.

Anda bisa menambah modal dari bonus tahunan atau Tunjangan Hari Raya (THR) untuk dana investasi. Tetapi pastikan bahwa Anda menghabiskan modal investasi yang Anda mampu untuk kehilangan.

Intinya, investasi harus menggunakan dana yang menganggur. Bukan utang, apalagi tanpa perhitungan yang matang. Dimana hasil investasi harus mampu membayar cicilan pokok dan bunga utang.

2. Gunakan sistem secara perlahan, tapi pasti

Investasikan secara bertahap. Dalam arti, 10% bulan ini, ditambah 10% lagi bulan depan. Misalnya dalam investasi saham. Beli saham sedikit demi sedikit sampai portofolio bertambah.

Tidak perlu langsung sekaligus modal besar, karena perekonomian masih dibayangi ketidakpastian. Jika buruk, kerugiannya tidak terlalu besar.

3. Tidak mudah terpengaruh

Naik turunnya portofolio investasi dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri. Termasuk berita atau isu yang beredar di media.

Misalnya, media memberitakan bahwa utang emiten A mengkhawatirkan. Hal ini menyebabkan harga saham A turun.

Anda tidak perlu terjebak dalam pemberitaan media sehingga menimbulkan spekulasi bahwa harga akan terus turun. Padahal Anda belum melakukan analisa apapun, baik fundamental maupun teknikal.

Bagi beberapa perusahaan di sektor tertentu, wajar jika memiliki utang dengan rasio tertentu. Mungkin keuntungan yang dicetak masih besar, prospek ke depan bagus, pemilik perusahaan memiliki kredibilitas yang baik.

Jadi, jangan terburu-buru untuk menjual saham A karena berita atau sentimen tersebut bersifat sementara. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan baik-baik karena penurunan saham memiliki akhir, dan akan rebound lagi.

4. Berinvestasi dalam instrumen yang menguntungkan

Tantangan tahun ini adalah tapering off oleh The Fed. Artinya, ada potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).

Jika demikian, BI juga akan menaikkan BI-7 Day (Reverse) Repo Rate. Artinya kupon atau imbal hasil obligasi alias debt securities akan melonjak.

Investasi obligasi akan terlihat lebih seksi dan menguntungkan, baik obligasi swasta maupun obligasi pemerintah.

Bahkan dengan investasi emas. Ini juga akan sangat menarik di tahun Macan Air. Tapering off oleh AS dan kenaikan suku bunga berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Seperti yang terjadi pada tahun 2013.

Jika nilai tukar rupiah melemah terhadap USD, maka harga emas cenderung menguat. Apalagi emas dianggap sebagai investasi yang aman dari berbagai situasi dan kondisi, serta memiliki risiko yang kecil. Investasi emas jangka panjang dapat memberikan keuntungan sekitar 10-12% per tahun.

5. Diversifikasi investasi

Di tengah ketidakpastian, penting untuk melakukan diversifikasi investasi. Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerugian.

Biasanya diversifikasi investasi dipilih dari sifat pasar investasi pada masing-masing kategori yang berbanding terbalik satu sama lain, sehingga jika investasi X menurun maka investasi Y meningkat.

Misalnya, Anda berinvestasi pada saham yang dikenal sebagai investasi berbunga tinggi dan berisiko tinggi. Jadi, langkah diversifikasi investasi bukanlah menaruh telur di keranjang yang sama.

Artinya Anda juga harus berinvestasi pada instrumen atau aset berisiko rendah untuk mengurangi risiko kerugian jika terjadi fluktuasi. Seperti investasi emas yang disebut safe haven atau yang paling aman atau reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Jadi, jika investasi saham turun, investasi emas atau investasi reksa dana tetap stabil. Bahkan mungkin menguat atau naik, sehingga bisa menutupi kerugian yang Anda derita dalam investasi saham.

6. Tidak serakah

Setiap orang tentu berharap mendapatkan keuntungan yang besar dari investasi. Namun, hindari terlalu rakus karena hasilnya pasti tidak bagus.

Sama seperti ketika Anda memiliki target dan tercapai, tetapi Anda mengubah target ke level yang lebih tinggi. Mewujudkannya tentu lebih sulit dari target awal.

Misalnya dalam investasi saham. Sudah membuat rencana perdagangan saham, dia akan menjual saham Adi seharga Rp. 6.000. Saat ini harga bergerak pada level Rp. 5.900.

Tapi begitu Anda berada di tingkat harga target, Anda menahan diri. Alih-alih melihat potensi kenaikan yang lebih tinggi dan uang besar, itu malah turun dan ke level 5.880. Ini adalah akibat dari terlalu serakah. Tidak beruntung, tapi benar-benar bingung.

7. Rajin Mengikuti Perkembangan Ekonomi

Investor harus meluangkan waktu untuk mengamati atau membaca tren pasar, terutama pada investasi yang sangat fluktuatif, seperti saham.

Selain itu, selalu update perkembangan ekonomi secara keseluruhan. Jadi, Anda mantap dalam mengambil keputusan investasi untuk mencegah atau meminimalkan kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.